• Papan Nama Sekolah
  • header3

AHLAN WA SAHLAN di Website PAUDQu/TPQ/RTQ AL BUKHORI | Terima Kasih Kunjungannya... Semoga Anda Bahagia dan Diberkahi Allah Hari Ini...Cerdas Tangguh Kreatif Berakhlaqulkarimah

Pencarian

Kontak Kami


PAUDQu/TPQ/RTQ AL BUKHORI

NPSN : 70025779

Perum Griya Asri 2 Blok C RW 032 Ds. Sumber Jaya Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi


info@albukhoriga2tambun.sch.id

TLP : 081298470992


          

Prestasi Siswa


LOMBA PAUDQu se-KEC. Tambun Selatan

Juara Umum Lomba Antar Santri Se-Kecamatan Tambun Selatan 2023



:: Selengkapnya

Banner

Statistik


Total Hits : 275829
Pengunjung : 126883
Hari ini : 17
Hits hari ini : 77
Member Online : 0
IP : 216.73.216.66
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Lingkaran Sukses Guru Hati




Sekarang, cobalah anda bertanya pada diri sendiri.  Apakah anda pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa orang-orang sukses itu bisa mencapai kesuksesan disebabkan kemujuran atau keberuntungan yang mereka peroleh?  Jika jawaban anda "ya, pernah", cobalah anda tanyakan lagi "Dari sudut pandang mana jawaban itu muncul?"  Memang benar orang-orang sukses itu mendapatkan nasib mujur.  Namun, mereka sendirilah yang menciptakan keberuntungan tersebut.  Mereka mewujudkannya dengan kerja keras.  Semangat mereka bekerja sangat tinggi sehingga menjadi yang terbaik dalam setiap karyanya.  Mereka berkarakter sabar, tekun, dan disiplin, yang disertai semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala tantangan maupun rintangan yang berasal dari dalam diri sendiri ataupun berasal dari luar diri.

 

Seorang guru hati dalam melakukan aktivitas kesehariannya di sekolah hendaklah selalu dilandasi keyakinan (believe) bahwa apapun yang dikerjakan (action) pastilah buahnya akan kembali pada diri kita sendiri (receive). 

Keyakinan (believe), perbuatan (action), dan penerimaan (receive) adalah tiga lingkaran sukses anda sebagai seorang guru hati.

 

A.  Keyakinan (believe)

Apa pun yang anda yakini dengan sepenuh hati insya Allah akan menjadi kenyataan.  Apakah anda yakin bisa mengerjakan atau apakah anda tidak yakin bisa mengerjakan? dua-duanya benar.  Allah mengikuti prasangka hambaNYA.  Jika HambaNYA berprasangka baik (husnudzon), maka Allah akan memperlakukan anda sesuai prasangka yang tertanam dalam hati dan pikiran anda.  Dan sebaliknya, jika anda berprasangka buruk (su'udzon), maka Allah pun akan memperlakukan diri anda seburuk prasangka yang ada di hati dan pikiran anda.

 

Karena itu, sebagai seorang guru hati (apalagi sebagai guru PAUD yang menangani anak-anak yang masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tuanya) perlakukanlah anak-anak didik anda dengan prasangka yang baik, apapun dan bagaimanapun kondisi anak-anak didik anda.  Kondisi anak-anak didik yang misalnya, sulit menerima materi pelajaran, sulit diatur, senang membantah, apalagi yang memiliki "keistimewaan" tertentu serta lain sebagainya yang membuat anda sebagai seorang guru perlu bekerja ekstra keras dalam menanganinya.  Bagaimanapun anda harus mempunyai keyakinan bahwa anak-anak didik anda pada saatnya nanti akan mengalami perubahan-perubahan seperti yang anda harapkan dalam prasangka yang sudah tertanam di hati dan pikiran.  Anda hanya perlu meyakinkan diri anda sendiri bahwa anda sanggup mengatasi kondisi-kondisi apapun selama menangani anak-anak didik tercinta.  Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah (2:286), "Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya."

 

Langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk membangun keyakinan sukses sebagai guru hati demi kebaikan-kebaikan anak-anak didik anda :

1.  Membangun Impian    

"Masa depan hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang yakin akan keindahan dan kemuliaan mimpi-mimpi mereka." (Eleanor Roosevelt).

Jadi sesungguhnya untuk mewujudkan apa pun yang kita inginkan dalam kehidupan ini, kita harus memiliki keyakinan yang sangat kuat terlebih dahulu terhadap impian-impian atau harapan-harapan kita.  Anda sebagai seorang guru harus memiliki impian atau cita-cita terhadap anak-anak didik anda agar mereka terarah dan mempunyai tujuan yang jelas.  Membangun impian mereka berarti anda harus menciptakan harapan-harapan baru dalam hidup mereka.  Oleh karena itu, bangunlah keyakinan dalam diri anda terlebih dahulu, selanjutnya tanamkan keyakinan kepada anak-anak didik anda.  Keyakinan sangat dibutuhkan karena keyakinan akan menggerakkan pikiran untuk mencari jalan keluar dan sarana serta cara untuk mewujudkan impian.

 

Misalkan, di dalam kelas anda terdapat anak-anak yang sangat sulit atau lambat dalam menerima materi pelajaran atau penjelasan guru.  Prestasi akademisnya pun jauh dari harapan orang tua.  Di kelas, saat anak lainnya konsentrasi mendengarkan penjelasan guru, anak tersebut nampak sibuk ataupun asik dengan dirinya sendiri.  Dalam keadaan seperti ini biasanya opini yang anda terima adalah bahwa anak tersebut memang tidak memiliki cukup kemampuan untuk menerima pelajaran di kelasnya.  Dengan bahasa lain, anak tersebut memiliki kemampuan yang di bawah standar dibandingkan teman-teman kelasnya.  Opini semacam ini harus anda geser menjadi sebuah keyakinan bahwa anak tersebut sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengikuti pelajaran di kelasnya bahkan mungkin bisa melampaui prestasi teman-temannya.  Anda harus memiliki harapan dan impian untuk mewujudkan hal tersebut.  Tanpa harapan dan impian jangan pernah anda berharap akan terjadi perubahan pada anak tersebut.  Tanpa perubahan takkan pernah ada perkembangan, dan tanpa perkembangan mustahil terjadi prestasi.  Setinggi apa pun harapan dan impian anda, jika anda merasa yakin bahwa anda mampu mewujudkannya, yakinlah suatu saat harapan dan impian itu akan menjadi sebuah kenyataan.....

 

Salam Guru Merdeka..

 

tobe continue...

 

dikutip dari Buku Menjadi Guru Hati

 

         

 

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas